Kumpulan puitisasi Hujan


Assalamu'alaikum Sahabat.. walau tak seindah Rendra, tapi, inilah karyaku, masih sedikit, namun harus diarsip. semoga apa yang aku kumpulkan, bisa bermanfaat untuk semua . Aamiin


Bismillah
Allahumma Shoyyiban Naafi'an

Hujan, pagi ini kau hadir, rintikmu menentramkan..Irama yg kau hasilkan, mampu putarkan memoriku ttg cinta di masa lalu.Tentang ibu yg memarahiku karena ia cemburu pada kemesraanku dgnmu.Tentang sahabatku yg tulus mendekapku dalam menghadapimu. Tentang cinta yg hangat karena hadirmu..Ah, kau selalu mampu membuatku puitis.

( Pecinta Hujan 8 Maret 2012 . 3 :30 WIB )

Hujan..Bawa pergi kesalku. Hanyutkan lah amarahku. Suburkan sabarku. Yakinkan aku, dia hanya ingin "break".Untuk siapkan energi baru, untuk melangkah yg lebih kuat.

( Pecinta Hujan 24 Januari 2012 . 3 :53 WIB )

hujani hatiku dgn kasih sayang..Hujani fikirku dgn kebaikan..Luruhkan suudzan. Suburkan khusnudzan. Dgn hujan-Mu Wahai Penentu Hujan

( Pecinta Hujan 20 Januari 2012 . 14:33 WIB )

biar hujan menghapus kecewaku. Biar hujan menghanyutkan keraguanku. Biar hujan menemani langkahku memakmurkan aturan-Mu.

( Pecinta Hujan 9 Januari 2012 . 5:02 WIB )


hujan hari ini..Mengajarkan arti ikhlas dalam menjalani tugasnya di kehidupan..Walau berat mendapat rutukan penyesalan manusia, namun hujan tetap turun, membasahi hati yg bersyukur.Rabb, bahkan ilmu-Mu kau sampaikan lewat hujan.


( Pecinta Hujan 5 Desember 2011 . 13:14 WIB )


rasanya Baru kemarin kalian berkata "kapan hujan datang?"Tapi

Mengapa saat hujan menyapaKalian berkata "yah, musim hujan, alamat sepi nih jualan"

Oh, begitu mudah kalian ingkari nikmat, bhkan pada nikmat yg awalnya kau buru sekalipun.

Dan kufur, hanya manusia yg pandai melakukan nya.Makhluq lain, TIDAK.

~refleksi utk manusia kufur~

( Pecinta Hujan 17 November 2011 . 4:46 WIB )

hujan masih malu-malu mendatangi kotaku mungkin karena orang2nya sudah tdk tahu malujadi hujan memilih malu-maluatau mungkin hujan malah berfikir "tunggulah saat aku akan memalukanmu wahai para manusia memalukan"

~refleksi ketelanjangan yg merajalela~
 ( Pecinta Hujan 14 November 2011 . 4:49 WIB )


walau cucian belum juga kering..

aku tetap cintai air hujan..

karena turunnya dari langit, adalah ibadahnya pada sang khaliq..

bukankah ini yg lama kita rindu saat kemarau?jangan mengeluh sahabat..yakinlah, hujan tak pernah tak reda..

maka nikmat Rabbmu yg manakah yg kamu dustakan?

( Pecinta Hujan 8 November 2011 . 17:11 WIB )


inilah yg selalu ku tunggu saat kemarau usai

hujan pertama dan bau tanah kering yg tersiram hujan

aromanya seperti tasbih alam kepada Allah.. Harum dan mendamaikan

( Pecinta Hujan 7 November 2011 . 17 : 08 )


merindu masa-masa itu. Ramadhan dua tahun lalu, ketika kami kemalaman setelah menuntut ilmu, setelah tarawih, hujan menahan kami hingga tak terasa, waktu sahur menjelang.. Jam 1 malam, kami berboncengan kehujanan.. Nikmatnya ukhuwah menghangatkan laju kami.. 

Hujan, maukah kau buat cerita itu lagi untuk kami di Ramadhan tahun ini?

( Pecinta Hujan 15 Juni 2012 . 0 : 00 WIB )

barusan hujan datang menemuiku, sebentar, hanya mengetuk pintu, lalu berbisik ketika kubuka pintu. "Ali, skrg aku penuhi janjiku menemuimu .. Rumahmu jauh juga ya.". Lalu ia pergi meninggalkan kebahagiaan dan jejaknya pada tanah tandus di depan rumahku.Ah, aku selalu puitis ketika hujan mengencaniku.

Allahumma Shoyiban Naafi'an

( Kronologi 22 Juni 2012 . 17 : 00 )





Umar Itu...

Ini caraku meng ekspresikan cinta..
Memang, belum lama aku mengenalnya secara dekat
Tapi, ukhwah fillah, membuat kami lebih dekat seperti teman lama.

Umar, nama yg agung dalam sejarah
Dan aku yakin, itulah harapan orangtuanya ketika memberi nama pada saudaraku ini.

Sejatinya, memoar itu masih belum layak, jika hanya baru sesaat kita ber ukhwah.
Biasanya, orang baru akan membuat memoar tentang sahabatnya, jika sudah melewati masa 5 atau 10th jalinan mereka.

Tapi, aku menabrak pakem.. Ya, karena belum genap setahun kedekatan kita.
Mengenalnya 4tahun yg lalu, karena aktivitasku di mushola di samping rumahnya. Saat itu, dia belum begitu aktif di musholah.. Jarak rumahku dgn musholahnya adalah 1 jam perjalanan dgn angkutan umum. Entah apa yg membuatku "terdampar" di tempat sejauh itu. Padahal, di tempatku pun ada mushola bahkan masjid. Aku tak ingin membahas itu. Yang aku tahu, Allah lah yg menuntunku.

4 tahun lalu, masih susah untuk berkomunikasi dengan Umar. Dia sangat pemalu di mataku, berbanding terbalik dengan aku yg talkactive dan cenderung "gak tahu malu". Maklum, latar belakangku yg aktif di organisasi sekolah dan kepemudaan di kecamatan. Membuatku menjadi pribadi yang fleksibel.
Sampai pada suatu seminar di ujung Sya'ban tahun lalu. Allah mempertemukan kami kembali. Aku tak tau, dia ikut di seminar itu. Sejak saat itu, kamipun mulai dekat.
Bagiku, dia didatangkan Allah tepat waktu untukku. Di saat simpul-simpul ukhwah ku dengan ikhwan yang lain mulai merenggang, karena pengkhianatan, perubahan prinsip awal, dan perbedaan visi. Umar dihadirkan Allah untukku yg hampir menyerah dalam menempuh jalan dakwah ini.
Ini pelajaran bagiku. Bahwa Allah akan menggantikan teman seperjuangan yg tak baik, dengan teman seperjuangan yg lebih baik. Itu pasti. Aku merasakannya selama aku istiqomah.

Umar itu, mengajarkanku tentang malu, karena sifat pemalunya begitu dominan. Bagi yang tidak mengenalnya secara dekat, pasti mengira Umar itu sombong. Tapi, aku tak mendapatinya begitu. Walau lebih muda dariku, namun ilmu tentang dien nya lebih dariku. Itu yg kuambil, bersahabat adalah media introspeksi. Aku jadi lebih bersemangat mencari ilmu.

Umar itu.. Dengan segala kekurangan nya, dia berhasil melengkapiku.
Karena, aku tak butuh sahabat yg sempurna. Tapi, aku hanya butuh sahabat yg memperlakukanku dengan sempurna.

Bagiku, Umar adalah representasi sahabat sejati. Dia kritis dalam diamnya, menjadi pendengar yg baik pada keluhanku akhir-akhir ini.
Meski terkadang, aku merasa dicuekin, karena diamnya. Namun, solusi yg dia sarankan sering mengena.
Tak jarang, kamipun beda pendapat, tapi, itu tak menyurutkan ukhwah kami, sedikitpun.

Umar, jika kau baca ini, semoga kau faham, bahwa ukhwah kita begitu mempengaruhiku. Dan aku berharap, ukhwah kita sampai ke syurga.

Cirebon,27 jumadil ula 1433 hijriah

I am Just a Piece of Dust

Sebenarnya, ini tulisan pertamaku setelah "metamorfosis"
Tapi karena belum menemukan judul yg tepat, jadi baru sekarang tulisan ini aku publikasi.

Lets begin
"Dan Kami akan perlihatkan segala amal yg mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) DEBU yang berterbangan."
Al-Furqan ayat 23

Kenapa Debu yg kuambil sebagai perumpamaan?
Kenapa tidak partikel partikel lain seperti sel, bakteri, amoeba atau entah apakah itu.

Karena debu lebih KASAT MATA . Debu lebih familiar dgn kita dibanding partikel lain. Debu masih bisa kita lihat tanpa bantuan mikroskop.
Lalu, apa hubunganku dengan debu, setidaknya, korelasi apa yg dpt ditarik antara aku dan debu?

Mari aku jelaskan.
Sebelum itu, aku ingin bertanya pada kalian. Apa yg ada di fikiran kalian tentang debu?
Kotor? Pengap? Sesak?
Aku rasa, inilah deskripsi umun tentang debu.
Kita selalu berfikiran, debu itu kotor, membuat pengap dan dada kita sesak.
Tapi, ingatkah kita dgn tayamum?
Aku yg awam, hanya mengetahui sedikit saja manfaat debu. Untuk bersuci. Selebihnya,jika ada yg ingin menambahkan.

Ya, itulah debu
Dengan manfaat dan mudharatnya.
Lalu aku?
Akupun tak beda layaknya debu, aku punya mudharat dan punya manfaat. Tapi disini, aku sedang tak ingin membahas itu.
Saudaraku, aku ini lemah, tak berdaya, dan bisa kapan saja Allah hilangkan hingga tak berbekas. Seperti ayat yg awal aku kutip. Seperti apakah debu yg berterbangan?
Ya, tak berarti, tak berbobot, dan HILANG
Tadabbur alam ternyata tak harus pada hampara sawah ladang, gunung, lautan, padang pasir dan langit. Bahkan pada partikel sekecil debupun, kita bisa mengambil ibrah dr penciptaan nya.
Subhanallah
Tak ada yg sia-sia semua yg Allah ciptakan.
Dan aku semakin merasa kecil dalam semesta.
Aku hanya sebutir debu dalam pusaran cakrawala
Aku hanya sebutir debu dalam ke Maha-an Nya.
Aku hanya sebutir debu yg berharap aku mampu memberi manfaat.

Saudaraku
Maafkan aku jika interaksi ku dgn kalian, membuat kalian pengap, kotor dan sesak. Sehingga kau siapkan masker utk mengindariku.
Tapi, ingatlah aku ketika tayamum.
Semoga manfaat

Inspired by Soraya Abdullah Balvas
Wanita yg menginspirasiku utk mengenal ISLAM lebih dalam
~aliisntustadz: 1 Jumadil Ula 1433 Hijriah~

Antara Sholat dan Pacaran

Satu situasi yang kita lihat dalam kalangan remaja masa kini sama ada sadar ataupun tidak, adalah budaya 'pacaran' yg begitu diangkat sebagai satu kewajiban berbanding SHOLAT. Tidak dinafikan juga ada diantara mereka yang ber'pacaran' ini juga menunaikan sholat lima waktu sehari semalam. Namun sebahagian besar daripadanya masih lalai daripada menunaikan sholat. Apa yangg saya coba sampaikan kali ini adalah berkenaan perkara yang WAJIB dalam hidup kita, lebih-lebih lagi sebagai seorang remaja muslim.

Persepsi kebanyakkan remaja hari ini mengenai 'pacaran' adalah adalah 1 budaya yang menjadi kewajiban. Tanpa 'pacaran', seseorang itu dianggap tidak laku ataupun kolot, kerana tidak mau bersosial dan sebagainya. Persepsi ini adalah salah sama sekali, bahkan dalam ISLAM sendiri tidak ada satu pun ayat AL QURAN yg mengangkat budaya pacaran ini sebagai perkara yg WAJIB.

Ada pun munculnya beberapa golongan yg menggunakan ayat Al Quran:

Dosa Kecil Yang Terlupakan

Penyimpangan penggunaan alat telekomunikasi (telepon atau HP)

Tidaklah menjadi rahasia lagi bagi setiap muslim bahwa segala kenikmatan –yang dilimpahkan Allah Ta’ala kepada kita– tidak terhitung jumlahnya. Di antara nikmat-nikmat tersebut adalah ketersediaan alat komunikasi. Allah Ta’ala yang memudahkannya untuk kita, dengan segala kemurahan dan kemuliaan-Nya. Seorang muslim yang cerdas tidak akan salah menyikapi nikmat-nikmat yang telah Allah berikan. Allah Maha Mengetahui, siapa saja hamba yang bersyukur di antara sekian banyak hamba yang kufur (ingkar).

Hendaknya kita tergolong orang yang pandai bersyukur atas nikmat-nikmat tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

وَاشْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan syukurilah nikmat Allah, jika hanya kepada-Nya kamu menyembah.” (Q.s. An-Nahl: 114)

Pesan Imam Syafi'i

Sebelum Imam Syafi'i wafat, beliau sempat berpesan kepada muridnya, serta umat islam umumnya,
berikut adalah kandungan wasiat tersebut.
"Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat, maka hendaklah ia mengamalkan 10 perkara diantaranya :
Hak kepada diri : mengurangkan tidur, mengurangkan makan, percakapan & berfoya" dengan rizki yang ada.
Hak kepada Malaikat maut : mengqadhakan kewajiban" tertinggal, meminta maaf kepada orang yang telah kita dzalimi, membuat persediaan untuk mati & merasa cinta kepada Allah.
Hak kepada kubur : membuang tabiat suka menabur fitnah, tabiat kencing merata", memperbanyak sholat tahajud & membantu orang yang didzalimi.
Hak kepada Munkar & Nakir : tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat & nasehat menasehati.
Hak kepada mizan (neraca timbangan amalan pada hari kiamat) : menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan & sanggup menahan kesulitan.

Tentang Setia

Assalamu'alaikum sahabat fillah..
Sejenak, rehatkan kumparan protein di kepala kita..
Beri dia kesempatan utk relaks..
Tafakur dan tasyakuri segala ni'mat yg didapat.

Setia..
Tema sakral, dari kata sakral..
Setia, ambigu utk beberapa diantara kita..
Ya, karena setialah penentu segala..
Mari kita baca bersama kisah Nabi kita
Setianya pada Rabbi, menjadi penentu kesuksesan risalah..
Setianya pada Sang Maha Cemburu, membuat teladan nya layak dicontoh hingga hari ini..

Sahabat fillah..
Apakah Nabi kita tak digoda atau tergoda?

Jadi Ikhwan Jangan Cengeng

Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Dikasih amanah pura-pura batuk.. Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk.. Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk.. Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut.. Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk. Terus dakwah gimana? digebuk?

Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic.. udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit.. Ke-GR-an tuh kalo ente melilit.. Kesehariannya malah jadi genit.. Jauh dari kaca jadi hal yang sulit.. Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt...

Jadi Ikhwan jangan cengeng... Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah.. Rencana awal cuma kirim Tausyiah.. Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah.. Terselip mikir rencana walimah? Tapi nggak berani karena terlalu wah! Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!

Jadi Ikhwan jangan cengeng... Abis nonton film palestina semangat membara.. Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana.. Semangat jadi penontonnya luar biasa.. Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara.. Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..

Jauhilah Zina Wahai Dua Anak Manusia

Buat referensi, kalau mau pacaran, baca dulu, biar ga jadi pacaran nya.. Karena Allah melarang kita 'mendekati' zina, mendekati nya aja ga boleh, apalagi zina nya, kalau mau, langsung nikah aja, halalan thoyiban


Jauhilah Zina Wahai Dua Anak Manusia
Adam dan hawa, kedua orang tua kita, dahulu kala pernah terbujuk oleh tipu daya Iblis. Sebelum ruh Adam dimasukkan kedalam jasadnya, Iblis telah terlebih dulu melakukan survey, menelusuri jasad Adam, sehingga ia mampu memahami cacat celah Adam, dan tentu saja manusia pada umumnya. Berbekal pengetahuannya itu, Iblis mencoba menyusun strategi untuk menggoda Adam. Iblis tahu bahwa Adam, dan manusia pada umumnya, adalah makhluk yang selalu ingin tahu, terutama pada hal-hal yang tersembunyi, disembunyikan, dirahasiakan. Ketika Allah memberikan maklumat kepada Adam untuk tidak sekali-kali mendekati sebuah pohon di surga, maka Iblis pun sadar bahwa pohon itu pasti akan membuat Adam jadi penasaran. Tugas Iblis selanjutnya ialah melakukan “pengomporan”, agar potensi kepenasaran Adam menjadi bangkit. Begitulah, sehingga Adam dan Hawa akhirnya jatuh kalah oleh godaan Iblis.

Its Democrazy.. Do You want to leave it..???

Kepada mereka yang masih beranggapan bahwa perbedaan pendapat tentang demokrasi adalah perbedaan pendapat dalam ranah wasa’il dan furu’iyyah (cabang agama), tidak menyentuh ranah ushul (pokok agama) dan i’tiqad (keyakinan)….

Kepada para da’i tambal sulam, koleksi dan penggabungan (manhaj dan ideologi)….

Kepada mereka yang masih tidak mengetahui hakekat demokrasi….

Kepada mereka yang mencampuradukkan secara dusta–demokrasi dengan syura dan Islam….

Kepada mereka yang memandang bahwa demokrasi adalah solusi terbaik untuk menjawab problematika Islam dan kaum muslimin…

Kepada mereka yang mempropagandakan dan menyerukan demokrasi, kemudian setelah itu mengaku dirinya seorang muslim…

Kepada mereka semua kami katakan, demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Maka tidak boleh ada kepemimpinan yang lebih tinggi dari kedudukan rakyat, dan tidak ada kehendak yang boleh mengatasinya lagi, meskipun itu kehendak Allah. Bahkan dalam pandangan demokrasi dan kaum demokrat, kehendak Allah dianggap sepi dan tidak ada nilainya sama sekali.


Demokrasi adalah suatu sistem yang menjadikan sumber perundang-undangan, penghalalan dan pengharaman sesuatu adalah rakyat, bukan Allah. Hal itu dilakukan dengan cara mengadakan pemilihan umum yang berfungsi untuk memilih wakil-wakil mereka di parleman (lembaga legislatif).

Hal ini berarti bahwa yang dipertuhan, yang disembah dan yang ditaati –dalam hal perundang-undangan– adalah manusia, bukan Allah. Ini adalah tindakan yang menyimpang, bahkan membatalkan prinsip Islam dan tauhid. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa sikap demikian merusakkan tauhid adalah,

Curhat Sang Pejuang

Setelah melewati berbagai warna warni kehidupan..


Setelah banyak waktu terbuang dan tak dapat kembali..


Setelah terlalu sibuk dengan segala urusan duniawi yang melenakan..

Inilah saat yg tepat untuk rehat dan muhasabah.. Menilai kembali apa yg sudah terlalui, bukan untuk berbalik mundur, tapi untuk menata persiapan melangkah ke depan.. Melangkah untuk perbaikan.

Rabbi.. Maafkan hamba yg telah kufur atas nikmat-MU.. Maafkan hamba yg selalu berfikir bahwa hamba adalah manusia paling sengsara.. Sehingga nikmat-MU hamba lupakan..

Rabbi.. Ingin hati hamba lebih dekat dengan-MU.. Agar lebih baik apa yg akan hamba lalui dalam hari-hari di dunia ini.. Sesal sangat tak berarti..

Rabbi.. Nikmat-MU tak pernah putus walau kufurku selalu terbersit.. Malu hamba atas ketidaksopanan hamba pada-MU.. Tapi kau selalu menerima taubat hamba-MU yang ingin bertaubat..


Rabbi.. Maafkan hamba-MU yang terlambat besyukur.. Tapi Kau Maha Rahman dan Maha Rahiim.. Kufurku Kau balas nikmat yg tak terbalas.. Semoga Kau terima taubatku dan menjaga niat taubatku.. Karena hatiku milik-MU seutuhnya..


Rabbi.. Terimakasih Kau telah mengirimkan ikhwan ikhwan penyejuk hati, penasehat dalam kebenaran, pencinta dalam jalan-MU, penyemangat dalam dakwah-MU,

Rabbi.. Kehadiran-MU dalam hatiku, memberi spirit baru dalam melangkah..

Bimbing selalu hamba.. Jaga selau hati hamba dari kufur, karena hatiku sepenuhnya milik-MU..

Wallahu a'lam bishawab

(Naufal)

Aku Hanya Ingin Meniru Kekasih-MU Ya Rabb

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh


Allahumma Shalli Wasallim 'Ala Muhammad

Ketika kegalauan hati melanda
Ketika kepercayaan diri turun drastis
Ketika goncangan hati begitu kuat menerjang
Bak Tsunami di Pantai Barat Sumatera...

Aku persembahkan tulisan ini untuk semua yang mau membacanya
Bukan hanya untuk diriku yang dhaif
atau pun untuk kerabat-kerabatku saja.

Mungkin ini seperti curahan hati yang picisan dari seorang remaja,
atau tampak seperti coretan tak bermakna..

Tapi aku ingin berbagi..

Saudaraku.. berat sekali kehidupan ini untuk dijalani
ketika kita memilih untuk berbeda,
berbeda dari HABBIT yang ada di masyarakat.

Catatan Hati Sang Perjaka


Duhai Sang Bidadari
maafkan aku jika aku terkesan acuh.. Bukan aku tak tertarik akan keindahanmu.. Bukan pula karena kau tak cantik..

Duhai Kau Sang Mutiara Hati
maafkan aku jika aku terkesan dingin, itu karena aku tak tahu, namamu kah yang Allah siapkan untukku? Pasti kau tak dapat menjawabnya. Dirimukan wanita yg akan menyempurnakan separuh dienku? Kau pun sangat tak dapat menjawabnya.. Namamu kah yang Allah siapkan di lauh mahfuz untuk kelak mendampingiku mendirikan madrasah dakwah di keluarga kecilku? Kau pun tak mungkin dapat menjawab ini..

Duhai kau Sang Penentram Jiwa.. Aku pun tak dapat menyembunyikan naluri ini, naluri untuk mencinta. Aku yakin kau pun sama. Tapi aku ingin dirimu not available untuk lelaki yang tak halal bagimu. Karena aku pun selalu berusaha not available untuk wanita yang tak halal bagiku.

Bersyukurlah

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Taklid dan Fanatisme Golongan

“Kiai-ku lebih pintar dari kamu!”, “Imamku-lah yang paling benar!”, ungkapan-ungkapan seperti ini sering kita dengar ketika ada nasihat disampaikan. lnilah antara lain gambaran taklid dan fanatisme golongan, penyakit yang telah lama menjangkiti umat.
Hancurnya kaum muslimin dan jatuhnya mereka ke dalam kehinaan tidak lain disebabkan kebodohan mereka terhadap Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya, serta tidak memahami pengertian dan pelajaran yang terdapat pada keduanya.

Demikian pula yang menjatuhkan umat lslam ke dalam perbuatan bid’ah dan khurafat. Bahkan kebodohan terhadap agamanya ini merupakan faktor utama yang menumbuhsuburkan taklid.

Berbagai kebid’ahan tumbuh dengan subur di atas ketaklidan dan kebodohan yang ada di tengah-tengah kaum muslimin. Hal ini juga disebabkan adanya para dajjal (pembohong besar) dari berbagai golongan (sempalan) yang menyandarkan dirinya kepada imam-imam mazhab yang telah dikenal. Padahal pengakuan mereka yang menyebutkan bahwa mereka adalah pengikut para imam tersebut adalah pengakuan dusta.

Silakah, berlangganan Goretan Pena Kami


Dalam Dekapan Ukhwah, 2011.
free counters
© Dalam Dekapan Ukhwah, Dzulhijjah 1432. All Rights Reserved.